<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>diancakra.COM &#187; Goggle</title>
	<atom:link href="http://www.diancakra.com/index.php/canal/goggle/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.diancakra.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 May 2010 07:01:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Prinsip Kebebasan, Google Korban Undang-undang Italia</title>
		<link>http://www.diancakra.com/index.php/2010/02/404/24/17/prinsip-kebebasan-google-korban-undang-undang-italia.html</link>
		<comments>http://www.diancakra.com/index.php/2010/02/404/24/17/prinsip-kebebasan-google-korban-undang-undang-italia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 02:24:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diancakra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Goggle]]></category>
		<category><![CDATA[Search Engine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.diancakra.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Google, tindakan hukum terhadap tiga petinggi mereka di Italia  berpotensi membungkam kebebasan berbicara dan Internet.
Seperti  VIVAnews siarkan sebelumnya, tiga orang petinggi Google dijerat hukuman 6  bulan penjara akibat video yang diupload pengguna internet ke YouTube.  Padahal, video tersebut tidak ada hubungannya dengan para petinggi  tersebut.
David Drummond, Arvind Desikan, Peter [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_406" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://www.diancakra.com/uploads/googlelogoonwall1.jpg"><img class="size-medium wp-image-406  " title="googlelogoonwall" src="http://www.diancakra.com/uploads/googlelogoonwall1-300x199.jpg" alt="googlelogoonwall" width="240" height="159" /></a><p class="wp-caption-text">Foto Google</p></div>
<p>Menurut Google, tindakan hukum terhadap tiga petinggi mereka di Italia  berpotensi membungkam kebebasan berbicara dan Internet.</p>
<p>Seperti  VIVAnews siarkan sebelumnya, tiga orang petinggi Google dijerat hukuman 6  bulan penjara akibat video yang diupload pengguna internet ke YouTube.  Padahal, video tersebut tidak ada hubungannya dengan para petinggi  tersebut.</p>
<p>David Drummond, Arvind Desikan, Peter Fleischer and  George Reyes (yang sudah mengundurkan diri dari Google tahun 2008 lalu)  dituntut. Dan seluruhnya, kecuali Desikan, dinyatakan bersalah telah  melanggar undang-undang privasi di Internet akibat sebuah video di  YouTube yang berisi anak-anak menggertak seorang anak autis.</p>
<p>Petinggi  tersebut dinyatakan bertanggung jawab akibat konten yang dikirim ke  YouTube meskipun Google langsung menghapus video yang bersangkutan dua  jam setelah menerima laporan dari kepolisian Italia. Meski demikian,  video tersebut memang sudah ada di YouTube selama dua bulan.</p>
<p>Meski  demikian, pengadilan Italia menyatakan bahwa kepolisian Italia tidak  bersalah. Dan anak-anak yang melakukan gertakan terhadap temannya (yang  identitasnya diungkapkan oleh Google) hanya mendapatkan hukuman layanan  sosial, tidak penjara seperti yang diberikan pada petinggi Google.</p>
<p>Google  tentunya akan mengajukan banding. Pasalnya, mereka bukanlah penyedia  konten, dan hanyalah penyedia layanan konten yang memperkenankan  pengguna internet di seluruh dunia memakai perangkat dan media yang  mereka sediakan. Google juga membantah bahwa mereka merupakan penyedia  konten layaknya koran ataupun stasiun televisi.</p>
<p>Seperti VIVAnews  kutip dari TGDaily, 27 Februari 2010, jika Google harus mengawasi setiap  konten, itu sama saja merupakan sensor atas internet dan merupakan  pukulan telak bagi kebebasan berbicara dan berekspresi. Ini sama seperti  yang terjadi di China.</p>
<p>Selain itu, memonitor setiap teks,  gambar, dan video yang diupload ke Google merupakan hal yang mustahil.  Sebagai gambaran, dalam satu menit, video dengan total durasi selama 20  jam diupload oleh pengguna internet dari seluruh dunia ke YouTube.</p>
<p>“Italia  secara sengaja sedang berusaha mengontrol salah satu metode  komunikasi,” kata Juan Carlos de Martin, pendiri Nexa Center di  Polytechnic University di Turin. “Ini bisa disebut sebagai sensor,”  ucapnya pada New York Times.</p>
<p>Langkah tersebut membuat Italia,  negara dengan penggunaan internet dan e-commerce paling rendah di Eropa,  bisa dicap sebagai negara yang menyerang prinsip kebebasan yang menjadi  inti dari dibangunnya internet.</p>
<p>( <a rel="nofollow" target="_blank" href="http://teknologi.vivanews.com" target="_blank">Source</a> )</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.diancakra.com/index.php/2010/02/404/24/17/prinsip-kebebasan-google-korban-undang-undang-italia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
